Berani Mendahului

Oleh: Tria Mutiara

SUARA UTAMADafin senang menerima Al-Qur’an itu. Ia melirik ke arah Triana, gadis yang memberinya Al-Qur’an. Matanya tak berkedip takjub, terpukau melihat  kecantikan gadis berjilbab syar’i itu. Alis matanya tebal, bola matanya hitam dengan sorot mata tajam mirip mata wanita Arab.

Dafin memang membutuhkan Al-Qur’an itu. Ia Ingin melancarkan bacaan Al-Qur’annya. Itulah alasan ia berada di Masjid ini. Belajar tajwid bersama anggota organisasi remaja masjid lainnya. Organisasi memberi hadiah Al-Qur’an lewat Triana.

BACA JUGA: Geram! Jurnalisnya Diberitakan Tanpa Konfirmasi, Ini Kata Pimred Media Journalarta.com

“Ah, Triana jaim! Tidak ngomong apa pun waktu kasih Qur’an,” sungut Dafin pada Anto, temannya.

“Dia sepupuku, gadis yang taat agama. Cara bergaul dengan lawan jenis pake batas. Gadis begitu cocok dijadikan istri,” ujar Anto sambil tersenyum.

Terdorong hati Dafin menyapa Triana, saat bertemu di Masjid. Triana menjawab singkat, tak sesuai harapan Dafin. Dafin jadi penasaran. Namun ia harus melupakan gadis cantik bermata indah itu untuk sementara waktu. Dua pekan lagi ia harus pergi ke luar negeri. Ia harus fokus menyelesaikan semester terakhir kuliahnya.

BACA JUGA: Keren! AR Learning Center Kembali Mencetak Trainer Profesional

Dafin membawa Al-Qur’an dalam perjalanan ke luar negeri. Ia meletakkan Al-Qur’an itu bersama tumpukan buku pelajaran dalam kopernya. Ia membawa Al-Qur’an pemberian Triana, kebetulan Al-Qur’an itu paling bagus dan paling baru yang dimiliki Dafin.

Setahun berselang, Dafin sudah kembali ke tanah air. Dafin memanfaatkan waktu dengan baik, sehingga menyelesaikan kuliah tepat waktu. Selain itu, Dafin mampu membaca Al-Qur’an dengan tartil, berkat ketekunannya belajar pada seorang Ustadz. Kini Ia berani tampil menjadi imam shalat tarawih di Masjid. Ia sering menggantikan imam masjid yang berhalangan hadir.

Foto: Oprec Tim Redaksi Suara Utama/Suara Utama
Foto: Oprec Tim Redaksi Suara Utama/Suara Utama

Dafin berpapasan lagi dengan Triana di halaman Masjid. Dafin melihat kilatan indah mata Triana seolah menusuk hati. Triana menjadi salah tingkah, tertunduk malu tak kuasa membalas tatapan Dafin. Rona pipi Triana tiba-tiba memerah, membuat jantung Dafin berdetak cepat. Muncul begitu saja keyakinan di hati Dafin, bahwa Triana adalah jodohnya.

Namun tidak semudah itu Dafin mewujudkan impiannya. Guratan kekecewaan nampak di wajah Dafin, ketika Anto mengabarkan Triana akan dilamar Rudi, anak Pak Jamal. Pak Jamal sahabat pak Burhan, ayah Triana. Rudi seumuran Dafin, 26 tahun. Pak Jamal menghendaki agar Rudi bisa menikahi Triana. Orang tua Triana menyambut baik keinginan Pak Jamal.

BACA JUGA: Ramadhan 2022: AR Learning Center Cabang Kota Bandung Buka Pelatihan CHRA dan Ngabuburit Eksklusif

Rudi lulusan terbaik di kampusnya, ia baru diterima bekerja sebagai Akuntan di perusahaan besar. Pak Jamal menyampaikan kepada ayah dan Ibu Triana, bahwa akan meminang Triana dalam waktu dekat.

“Ini jadi persoalan, Rudi ternyata suka main perempuan,” ujar Anto dengan wajah serius.

“Kasih tahu ayah Triana, kalau Rudi suka main perempuan,” kata Dafin menanggapi.

“Aku sudah ngomong sama Pak Burhan, tapi diabaikan. Bagaimana kalau kamu melamar Triana?” ungkap Anto dengan mata terbuka lebar.

“Hah!” Dafin terkejut mendengar ungkapan Anto.

“Iya, kamu harus menyelamatkan Triana. Rudi itu playboy. Pemahaman agama dan akhlaknya juga jauh dibanding kamu,” kata Anto memberi alasan.

Foto: Pelatihan Sertifikasi C.PSE AR Learning Center/Suara Utama
Foto: Pelatihan Sertifikasi C.PSE AR Learning Center/Suara Utama

“Bagaimana caranya?” tanya Dafin bingung.

“Kamu pinang lebih dulu. Kita minta bantuan Ustadz Amang. Nanti Ustadz Amang mengantarkan kamu dan ayahmu ke rumah orang tua Triana, untuk meminang Triana,” usul Anto dengan meyakinkan.

Dafin menganggukan kepala menyetujui saran Anto.

Ustadz Amang hampir setiap pekan mengisi acara pengajian remaja masjid. Ia mengenal dengan baik pribadi Dafin. Oleh karena itu, Ia menyanggupi untuk datang meminang Triana kepada orang tua Triana. Ustadz Amang dikenal baik oleh keluarga Triana. Keluarga Triana sangat menghormati Ustadz Amang.

Dua hari kemudian ayah ibu Triana menerima kedatangan Ustadz Amang, Dafin, dan ayah Dafin. Mereka datang bermaksud meminang Triana.

BACA JUGA: Antisipasi Penimbunan, Polresta Pekanbaru Sidak Distributor Minyak Goreng

Pak Burhan terdiam sejenak, setelah Ustadz Amang menyampaikan maksud kedatangannya. Pak Burhan menjadi bimbang dengan rencana menjodohkan Triana dengan Rudi.

“Kami mohon izin musyawarah keluarga, kebetulan kakak tertua saya baru tiba di rumah,” ujar Pak Burhan.

“Oh, silakan, Pak,” jawab Ustadz Amang.

Ayah dan ibu Triana beranjak dari kursi, masuk ke ruang tengah. Dafin, Ustadz Amang, dan ayah Dafin duduk menunggu di ruang tamu. Mereka harus menunggu hasil musyawarah keluarga yang akan memutuskan, apakah pinangan Dafin diterima atau ditolak.

Di ruang tengah uwa Arman, kakak laki-laki Pak Burhan sedang duduk berdampingan dengan Thamrin, kakak lelaki Triana yang sudah menikah. Lalu Pak Burhan menyampaikan masalah pinangan Dafin pada uwa Arman.

“Kita harus tanya Triana, karena yang menjalankan rumah tangga nanti kan    Triana. Kita yang memutuskan, tapi kalau Triana tidak bahagia, bagaimana?” ujar Thamrin sambil menaikan bahu.

“Betul, coba bagaimana keputusanmu, Nak?” tanya uwa Arman, sambil menatap Triana yang sejak tadi duduk terdiam di pojok ruangan.

BACA JUGA: Akademi Maritim Nasional Jakarta Raya Lantik Direktur Baru, Ini Kata Direkturnya

“Triana memilih Dafin,” kata Triana dengan malu-malu, tapi jelas menyatakan sikap. “Nah, saya setuju kamu memilih Dafin,” kata Thamrin bersemangat.

“Kenapa dengan cepat kamu setuju, Thamrin?” tanya uwa Arman sambil menoleh pada Thamrin.

“Dafin anak soleh, uwa. Shalat lima waktu di Masjid. Ramadhan kemarin, dia sering menggantikan imam masjid jika berhalangan hadir. Wawasan agamanya bagus, beberapa kali kami diskusi soal agama,” jelas Thamrin.

“Kamu sudah lama kenal dia? ” tanya uwa Arman.

“Sejak SMA saya sudah kenal Dafin, sampai dia sudah sarjana sekarang,” ujar Thamrin.

Uwa Arman diam beberapa saat. Kemudian semua menunggu keputusan uwa Arman, orang yang dituakan dan disegani dalam keluarga Triana. Keputusannya akan menjadi keputusan keluarga.

“Thamrin sudah kenal anak itu, Triana juga bersedia dipinang. Jadi terima saja,” kata uwa Arman.

Akhirnya pihak keluarga Triana menerima pinangan Dafin. Dafin dan Triana pun berbahagia, karena selangkah lagi mereka menuju pelaminan menjadi suami istri. Ini karena Dafin berani meminang mendahului Rudi. Selain karena Allah yang telah memberi kemudahan pada Dafin dan Triana menuju pernikahan.

Editor: Nurana Prasari, S.H