Jamiyyah Pengasuh Pesantren Putri dan Mubalighoh Gelar Rakornas Ke-1

SUARA UTAMA, Purworejo – Jamiyyah Pengasuh Pesantren Putri dan Mubalighoh/JPPPM lahir sebagai organisasi yang bertumbuh memenuhi kebutuhan anggotanya. Sejak enam tahun deklarasi berdirinya, pada 2022, JPPPM telah diakui legalitasnya oleh pemerintah sebagai organisasi yang sah dan legal.

Atas dasar itulah, menurut Ketua Umum Nyai Hj. Hanik Maftukhah Afif, JPPPM menyelenggarakan Rakornas ke-1 yang diselenggarakan di STAI An-Nawawi Berjan Purworejo, Jawa Tengah,  pesantren di bawah pimpinan KH. Ahmad Chalwani Nawawi, M.Hum, Jumat, (04/03/2022). 

“Legalitas JPPPM menjadi starting point bagi JPPPM untuk semakin kuat membangun soliditas organisasi yang membawa visi: meneguhkan kembali tafaqquh fiddin, menebar maslahat untuk umat,” kata Nyai Hanik dalam keterangannya pada suarautama.com.

Menurut Ning Ashfa Khaoirun Nisa, Rektor STAI An-Nawawi yang juga merupakan ketua panitia lokal, penyelenggaraan Rakornas sangat penting bagi JPPPM yang saat ini kepengurusannya telah terbentuk di berbagai provinsi dan kabupaten, bahkan luar negeri.

Rakornas JPPPM ke-1 ini sedianya menjadi wadah tahunan untuk membahas isu-isu krusial. Akan tetapi sebagai sebuah permulaan, menurut Ning Fetra sebagai pengarah acara mengatakan bahwa Rakornas JPPPM ke-1 menjadi media koordinatif antar jajaran kepengurusan JPPPM ke bawah agar terbangun organisasi yang solid dan sinergi dalam mengemban visinya. Sebagaimana dirilis oleh dapur redaksi suarautama.com, Sabtu, (05/03/2022). 

Dalam Rakornas ke-1 hadir sejumlah 400 Nyai dan Ning pengasuh pesantren perwakilan dari provinsi dan kabupaten dari Jateng, DIY, Jatim, DKI, Sumsel, Lampung, Kepri, Sulsel, hingga Papua.

Editor: Nurana Prasari, S.H