Owner Property Syariah: Seminar BRBU Membentuk Pengusaha Muslim untuk Menerapkan Sistem Ekonomi Islam

SUARA UTAMA, BULUNGAN – Owner Property Syariah dan Wakil Ketua Dewan Pembina Asosiasi Developer Property Syariah (DPS) Pusat. Ustaz Hamdan D.S. menyatakan Seminar BRBU membentuk pengusaha Muslim untuk menerapkan sistem ekonomi Islam.

“Acara kita selenggarakan adalah untuk membentuk pengusaha Muslim ini menjadi agen-agen, untuk menerapkan sistem ekonomi Islam di zaman yang saat ini betul-betul tidak berpihak kepada Islam,” tuturnya kepada suarautama.com, Ahad (13/2/2022).

Menurut Ustaz Hamdan, seminar Bebas Riba Bebas Utang (BRBU) di pilih karena masih banyak pengusaha-pengusaha Muslim yang terjebak dengan riba.

Ia pun menjelaskan di surah Al-Baqarah ayat 275 yang menjelaskan bahwa Allah setelah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Ia menambahkan, dan orang pemakan riba di ayat itu juga disebutkan bahwa berdirinya seperti orang kerasukan setan karena gila.

“Artinya adalah kalau kita lihat kenyataan saat ini, pengusaha-pengusaha Muslim itu berjibaku dari pagi sampai malam, bahkan sampai pagi lagi bagaimana melakukan dalam usaha-usahanya itu untuk melunasi untuk mencari uang untuk cicilan Bank,” ujarnya.

“Kemudian kita lihat, bagaimana kehidupan keluarga mereka, betul yang terbunyikan di dalam ayat tersebut, berdiri seperti kerasukan setan tidak ada waktu untuk keluarga. Kemudian kalau kita lihat tingkat perceraian tinggi, tingkat kenakalan remaja tinggi tingkat kekerasan dalan keluarga semakin tinggi,” tambahnya.

Menurutnya, pengusaha pengusaha Muslim saat ini, waktunya habis untuk memikirkan angka-angka, mengumpulkan angka-angka untuk menyelesaikan utang riba, lupa menanamkan nilai dalam keluarganya, lupa menanamkan nilai pada anak-anaknya, lupa membagi waktu kepada keluarga,

Lebih lanjut menurut ustaz Hamdan, dengan adanya Seminar ini di harapkan pengusaha Muslim semakin paham bagaimana tentang kedudukan riba di dalam Islam, bagaimana cara keluar secara Islam dan bagaimana hidup secara Islami tanpa riba. Sehingga dapat memberikan pemahaman sebenarnya untuk usaha tidak perlu modal riba, ada jalan lain yang di ajarkan dalam Islam namanya _syirkah_.

“Nah _syirkah_ ini adalah kerja sama bisnis antara dua pihak untuk melakukan usaha dengan tujuan mencari keuntungan sehingga bukan satu-satunya cara memulai bisnis itu adalah dengan menggunakan pinjaman riba, cara _syirkah_ seperti ini sudah pernah di contohkan Abdurrahman bin auf,” Jelasnya.

“Kemudian juga menghindari pengusaha Muslim ini dari harta-harta haram yang di dapatkan dengan cara haram, apa itu mendapatkan harta dengan curang, contoh berjualan tidak sesuai timbangan, kemudian berjualan menutupi kerusakan-kerusakan barang padahal kemudian di bilang bagus. Nah ini kita hindari,” tambahnya.

Ia pun berpesan, mudah-mudahan pengusaha di Bulungan menjadi agen-agen bagi pengusaha-pengusaha lainnya untuk mengajak kembali melanjutkan kehidupan Islam

“Kemudian diharapkan komunitas bebas riba bebas utang (BRBU) Bulungan, Kalimantan Utara ini rutin melakukan kajian-kajian muamalah Islam sebagai wadah untuk mengajak pengusaha Muslim lainnya juga keluar dari jeratan riba ini,” ujarnya.

Menurutnya, banyak catatan dari perilaku riba di kehidupan kita selain tegas Allah menyatakan Allah dan rasulnya akan perangi pelaku riba ketika dia sudah tahu riba itu haram tapi masih di lakukan.

Ia menambahkan bahwa Allah sudah tegaskan ketika terjerat riba, ambil pokoknya tinggalkan riba. kemudian di jalankan bisnis atau bermuamalah secara Islam tanpa riba

“Mudah-mudahan ini menjadi titik awal untuk mulainya bisnis muamalah Islam di bulungan di Kaltara ini insya allah,” pungkasnya.

Editor : Mas Andre Hariyanto