Salah satu Tokoh Pendiri Hidayatullah, Ustadz Hasan Ibrahim Tutup Usia

Hidayatullah Berduka …

SUARA UTAMA Tema di atas bukanlah hal yang berlebihan apa lagi sampai mengada-ada, kepergian sosok Ustad Hasan Ibrahim adalah kehilangan yang luar biasa bagi lembaga Hidayatullah.

Banyak kelebihan yang melekat pada pribadi Almarhum yang tidak banyak orang memilikinya. Berstatus sebagai Ketua Majelis Penasihat di lembaga ini, cukup menjadi gambaran seperti apa sosok Beliau sesungguhnya.

Hal yg pasti dan tidak seorang pun bisa menafikan, bahwa cerita Hidayatullah sejak awal hingga kini, tidak akan lengkap tanpa menyertakan namanya. Sebab Beliau adalah salah satu dari lima tokoh pendiri Hidayatullah.

Foto: Salah satu Tokoh Pendiri Hidayatullah, Ustadz Hasan Ibrahim Tutup Usia/Ustadz Akib Junaid Qahar
Foto: Salah satu Tokoh Pendiri Hidayatullah, Ustadz Hasan Ibrahim Tutup Usia/Ustadz Akib Junaid Qahar

Membersamai Alm. Ust. Abdullah Said, Ust. Hasan Ibrahim adalah figur yg paling sering dan paling lama diamanahi sebagai Pimpinan Harian dan juga Kepala Kantor Hidayatullah Pusat Balikpapan, Kalimantan Timur.

Postur yg tinggi tegap lagi kulit putih bersih, menjadikannya orang tergagah di Hidayatullah pada zamannya, belum lagi cara berpakaian dan rambutnya yg selalu rapih, hingga kami para santri kadang berseloroh ketika itu, walau selepas kerja lapangan di Gunung Tembak, penampilan Ust. Hasan tetap lebih mempesona dibanding kita-kita yg mau menghadiri undangan.

Memegang amanah sebagai bendahara umum di Hidayatullah, baik ketika di Balikpapan maupun saat di Jakarta di era ormas, tak pernah merubah gaya dan penampilan beliau. Senyum yg selalu tersungging dan senantiasa ramah ketika bertemu dgn siapapun, baik pejabat tinggi sekelas menteri, hatta santri yg paling kere sekalipun.

Semua orang yg pernah berinteraksi, pasti merasa sangat akrab, sehingga tak pernah ada rasa sungkan untuk bercanda setiap kali berjumpa, benar-benar figur orang tua yg sangat dicintai oleh para kadernya.

Salah satu catatan fenomenal yg sangat monumental, tatkala beliau diamanahi di Ibu Kota dan berkantor di Cipinang Cempedak, tanpa ada keluhan yg pernah terlontar, padahal setiap hari beliau harus bolak balik ke rumah kontrakan di Tangerang, dan itu dijalani sekian tahun.

Heroiknya perjalanan Beliau dari rumah ke kantor, dengan jarak Yang relatif lumayan jauh, karena kendaraan yg ditumpangi adalah bus umum yg lebih sering berdiri dari pada duduk. Di saat yg bersamaan, tidak sedikit kader-kader junior Hidayatullah di berbagai penjuru, yg justru sudah menggunakan kendaraan roda empat, baik berstatus mobil dinas maupun milik pribadi.

Cerita di atas, cukup mewakili untuk menjelaskan bagaimana kebersamaan beliau dalam mengawal perjalanan lembaga perjuangan ini, dan benar-benar menjadi spirit dan senantiasa menginspirasi para kader pelanjut.

Kami para kader menjadi saksi, bahwa Beliau adalah mujahid, yang karenanya teriring doa terbaik atas semua jasa, perjuangan dan pengorbanan Beliau sekian lama, semoga Allah memberi tempat terbaik di sisiNya.

Sebagai manusia biasa, sangat wajar bila Beliau juga punya kekurangan dan terkadang khilaf dalam perilaku kesehariannya, dari lubuk hati yg paling dalam kami meminta kepada semua pihak yg merasa pernah didzalimi dalam segala bentuknya, sudi kiranya memaafkan.

Akhirnya kepada Allah kita semua memohon, semoga Allah berkenan memberikan ampunan atas segala dosa Beliau selama hidupnya, dan keluarga besar Almarhum diberikan ketabahan dan keikhlasan atas musibah ini.

Ustadz Hasan Ibrahim, Pendiri Hidayatullah yang juga Ketua Majelis Penasihat Hidayatullah wafat di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Ahad (13/02/2022).

اللَّهُمَّ اغْفِرْ له وَارْحَمْه وَعَافِه وَاعْفُ عَنْه وَأَكْرِمْ نُزُلَه وَوَسِّعْ مُدْخَلَه وَاغْسِلْه بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّه مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْه دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِه وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِه وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِه وَأَدْخِلْه الْجَنَّةَ وَأَعِذْه مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

Penulis : Akib Junaid Qahar

Editor : Mas Andre Hariyanto