Sepekan Menghirup Bumi “Apel” dan Berkelana di Kota Wisata Batu

SUARA UTAMA, BATU – Perjalanan aku mulai pada 19 Januari 2022 dengan menggunakan transportasi Kereta Api Indonesia, waktu itu aku mempersiapkan segara kebutuhan, baik itu bekal pakaian atau isi perut untuk  di luar provinsi, ya karena saya berangkat dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk silaturahmi dan menikmati udara segar di Kota Wisata Batu, Jawa Timur.

BACA JUGA : Pelopori Pendidikan dan Pelatihan Gratis, Yayasan Pusat Pembelajaran Nusantara (YPPN) resmi Soft Launching

Ku awali dengan naik Kereta Api Kelas Bisnis MALABAR Relasi Bandung – Yogyakarta – Kediri – Malang PP pada keberangkatan setengah 1 malam atau dini hari di Stasiun Besar Tugu Yogyakarta. Waktu ditempu kurang lebih 6-7 jam dengan sampai tujuan sekitar pukul 07/08 pagi di Stasiun Malang Kota Baru. Aku melanjutkan perjalanan ke Kota Batu dengan 2 kali naik angkutan umum salah satunya Bemo menuju Terminal Landungsari dan lanjut Bus Bagong ke Pesanggrahan Kota Batu.

Silaturahmi dan Temu Kangen

Selanjutnya dalam waktu beberapa aku langsung berkungkung ke teman atau sahabat lama saya, ya dikarekanan saya diwaktu SMK dan Pengabdian pernah tinggal di Desa Sumberejo Kota Batu, Malang, Jawa Timur ya sekitar 2-3 tahun. Lanjut cerita, ku langsung ke teman lama dulu, salah satunya Ust Muhajir teman di MI atau SD, terus Coach Juns teman Trainer Outbound, dan Ustad Wahab dan Ustadz Rully salah satu pengurus Pondok Pesantren atau Pusdiklat terbesar yang ada di Desa Sumberejo, Kota Wisata Batu.

Foto: Mas Andre Hariyanto bersama para Ustad Pusdiklat Hidayatullah Kota Wisata Batu di Kopi Sontoloyo
Foto: Mas Andre Hariyanto bersama para Ustad Pusdiklat Hidayatullah Kota Wisata Batu di Kopi Sontoloyo

Alhamdulillah, kunjungan dan temu kangen ini berjalan lancar dan penuh keceriaan termasuk ada rasa galau, ya karena tidak semua cerita bagus tapi ada juga yang berkeluh kesah atau pada intinya bercerita tentang berproses hidup atau nasib saat ini. Ya, itu semua memang perjalana kehidupan pasti ada masa diatas ada masa dibawah, sangat wajarlah.

BACA JUGA : Mau jadi Jurnalis dan Kelola Media? Gabung saja di Redaksi Suara Utama

Mungkin silaturrahmi kepada  teman lama dan yang masih kenal ini akan menjadi sebuah catatan pribadi saya, banyak hal baru atau sebuah sharing pengalaman yang tentu menjadi sebuah persiapan saya khususnya dalam menjalankan dan bertahan dalam kehidupan di dunia fatamorgana ini.

Gus Idur Kota Batu

Selain itu, selama sepakan atau seminggu tak terasa, menikmati perjalanan juga bersama salah satu Ustadz terkenal yang baik hati, tidak lain adalah Gus Idur demikian panggilan akrabnya dan yang bernamakan asli Rudianto. Beliau ini merupakan aktivis dakwah di Kota Batu, ya selama bertemu dengan beliau, hampir setiap jam setiap waktu diajak keliling Kota Batu, dan Alhamdulillah, semua yang dikenalkan beliau kepada saya memang bukan orang biasa, tapi ya sudah pada sukses semua dan para Gus Gus tersohor di Kota Batu ataupun Malang Raya.

Foto: Mas Andre Hariyanto dan Gus Idur bersama teman teman di Warung Ken DEDES
Foto: Mas Andre Hariyanto dan Gus Idur bersama teman teman di Warung Ken DEDES

Gus, apa si Gus, kalau kata orang Jawa atau Santri NU tulen, Gus adalah panggilan kepada Ustad atau Kiyai atau ya pokoknya memiliki Ilmu agama yang memadai. Waktu itu saya bertemu banyak orang dan punya teman baru, ya sampai setiap pertemuan selalu makan dan minum tanpa jeda, mungkinkah itu yang disebut keberkahan Silaturrahmi? kalau saya yakin, silaturrahmi memperbanyak rejeki dan panjang umur, sebagaimana ada hadisnya.

BACA JUGA : Singgah di Prambanan? Wajib Mampir Angkringan Si Ndut Khas Surabaya Jogjakarta

Pertemuan itu luar biasa, bisa kenal bisa makan bareng bahkan baru kenal sudah dipersiapkan oleh-oleh. Ya alhamduillah, selain itu selama sepekan bertemu dengan kawan lama atau teman baru seperti Gus Idur, semua banyak kesan sendiri. Pokoknya selain di Batu adem dan asri, banyak hal baru yang saya dapatkan, yang paling penting menurut saya setelah perjalanan sepekan ini ialah sebagai berikut:

  1. Perbanyak Relasi dengan Silaturrahmi
  2. Perbanyak Inventasi baik amal sedekah atau apa saja yang kita punya
  3. Jangan Meninggalkan sholat
  4. Bersosialisasi kepada siapaun agar tambah teman
  5. Setiap perjalanan Hidup ada Naik ada Turun, manusiawi
  6. Dalam organisasi pasti ada gesekan dan Re Generasi
  7. Perjuangan tetap lanjut walaupun Gelombang Tsunami
  8. Mencari tambahan Cuan agar bisa bertahan hidup
  9. Menerima dengan lapang dada Rejeki dan tidak menetapkan
  10. Belajar memimpin dalam waktu tertentu melihat hasil
Foto: Adventorial Pelatihan Trainer Lembaga AR Learning Center/Mas Andre Hariyanto
Foto: Adventorial Pelatihan Trainer Lembaga AR Learning Center/Mas Andre Hariyanto

Lah itu dia sahabat, sedikit cerita saya selama di Kota Wisata Batu ya 1 pekan cukuplah, Oh ya teman di Kota Wisata Batu ini sejujurnya banyak wahana atau tempat wisata populer loh, salah satunya ya Jatim Park 1-2-3 dan BNS, dan masih banyak lagi sihm cuma saya pengen kesana tapi sedang sendirian, tidak papalah saya masih menikmati destinasi wisata Batu walaupun itu cuma sekedar ngopi dan sharing saja salah satunya di Kopi Sontoloyo, Cuban Talun dll. Next traveling ku ceritakan lagi yaa. bye byee.

Penulis: Mas Andre Hariyanto

Editor: Abu Zhafran