Siswa SD Kabupaten Simalungun Sumut Siap Belajar Tatap Muka

Foto: vaksin, siswa dan siswi SD di Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara/Alim, Perwakilan Suara Utama Sumatera Utara
Foto: vaksin, siswa dan siswi SD di Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara/Alim, Perwakilan Suara Utama Sumatera Utara

SUARA UTAMA, Simalungun – Usai melakukan vaksin, siswa dan siswi Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara siap belajar tatap muka. Hal itu disampaikan oleh Wakil Bupati Simalungun H. Zonny Waldi, S.Sos, M.M di komplek perkantoran pemerintah Kabupaten Pematang raya Simalungun, Senin (10/01/2022) sebagaimana Informasi dihimpun oleh redaksi suarautama.com.

Suntik vaksin covid-19 telah mencapai  73% siswa siswi SD di Kabupaten Simalungun, berkisar antara anak-anak berusia 6 tahun sampai 11 tahun, program ini dilakukan menyusul peluncuran vaksin covid-19 oleh Bupati Kabupaten Simalungun pada Rabu (05/01/2022) yang lalu.

Menurut Wakil Bupati Simalungun, usai disuntik vaksin covid-19, dapat dipastikan siswa siswi SD sehat dan ada daya tahan tubuh. Hal itu menjadi alasan bagi pihak sekolah untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.

“Hampir 2 tahun terakhir anak-anak kita belajar daring/online, setelah divaksinasi mereka boleh belajar tatap muka, tapi tetap melalu prokes ketat,” kata H. Zonny Waldi kepada suarautama.com.

Pantauan di lapangan, baik orangtua, wali siswa, maupun pihak sekolah di Kabupaten Simalungun menyambut gembira program vaksinasi yang diluncurkan pemerintah setempat, salah satu kegembiraan itu tampak dari SD Negeri 095551 yang beralamat di jalan asahan kilometer 3,5 Simalungun.

Salah seorang siswi SD bernama Kayla merasa senang usai divaksin covid-19, belajar tatap muka sudah lama ditunggu-tunggu olehnya dan teman-teman lain.

Syukurlah, kami bisa belajar tatap muka, bertemu teman-teman dan guru,” kata Kayla.

Vaksinasi covid-19 bagi siswa siswi SD akan terus dilakukan secara bertahan di Kabupaten Simalungun hingga mencapai 100%, selain melaksanakan program nasional dari Presiden, usulan belajar tatap muka telah disampaikan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makariem akhir tahun 2021 lalu. (ATH)

Editor : Mas Andre Hariyanto