STIMAR “AMI” Jakarta: Perkuliahan Tatap Muka dalam Peningkatan Kualitas Pengajaran

SUARA UTAMA, Jakarta – Seiring dengan menurunnya perkembangan COVID-19 dan perlunya pendidikan secara tatap muka. Di mana untuk meningkatkan kualitas dalam pengajaran terutama pendidikan vokasi, maka Sekolah Tinggi Maritim “AMI“ melaksanakan perkuliahan awal dengan tatap muka yang mengutamakan Taruna/i semester 8 yang akan menyelesaikan pendidikan Sarjana Terapan jurusan Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuhanan.

Dalam menjalankan kegiatan perkuliahan tersebut, diterapkan protokol kesehatan yang ketat dan dibatasi hanya 50% dari fasilitas ruang perkuliahan, serta semua Taruna/i yang ada, sudah mendapatkan vaksin dosis kedua. Dengan pembelajaran tatap muka dapat dilakukan penyerapan lebih maksimal, dikarenakan Taruna/i tersebut sudah menyelesaikan Prada (Praktik Darat) selama kurang lebih 1 tahun di berbagai perusahaan yang berhubungan dengan pengangkutan melalui laut.

Harapan selanjutnya, perkuliahan tatap muka menjadi program awal yang terus dikembangkan agar interaksi Dosen dan Taruna/i terus terjaga dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta berdiskusi secara intens demi menciptakan insan yang mampu bersaing baik nasional maupun internasional.

STIMAR “AMI“ merupakan Perguruan Tinggi Swasta yang sudah berumur lebih dari 50 tahun berkiprah pada pendidikan vokasi bidang Pengangkutan Laut terdiri atas jurusan Nautika, jurusan Tehnika,  Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga  dan Kepelabuhanan. Sehingga sudah ribuan Alumni yang bekerja di dalam dan luar negeri di bidang Pengangkutan Laut dan sejenisnya.

Sesuai instruksi Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi agar Perguruan Tinggi mengajak Dunia Usaha, Dunia Industri untuk menjalin kerjasama dalam meningkatkan mutu lulusan Perguruan Tinggi Maritim dalam memberikan kemampuan berinteraksi dalam dunia kerja dan menerima lulusan yang kompenten sesuai bidang yang dipelajari, sehingga lulusan mampu bersaingan baik nasional dan internasional dalam mengembangkan dunia angkutan laut yang menjadi salah satu program unggulan, yaitu: Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Langkah ke depan perlu ditingkatkan kerjasama lebih luas terutama penyusunan Kurikulum, Pelatihan Kerja, dan Keahlian yang diperlukan agar peningkatan mutu lulusan STIMAR “AMI” dapat diterima seluruh perusahaan pengguna jasa angkutan laut ataupun pendukungnya terutama berkiprah di luar negeri sehingga menggurangi angka pengangguran yang relatif tinggi saat ini, serta diharapkan bisa menjadi usahawan mandiri di masa depan untuk menciptakan lapangan kerja baru di Indonesia. Sebagaimana dirilis oleh suarautama.com, Senin, (07/03/2022).

Penulis: Dr. Agung Kwartama, S.E., M.M., M.H

Editor: Nurana Prasari, S.H