Tulislah sesukamu: Wapemred Republika Tegaskan, Semua bisa jadi penulis

SUARA UTAMA – Semua orang bisa menjadi penulis, tergantung bagaimana usaha dan car akita, dan itu bisa dilihat dari presentasi 1% bakat dan 99% adalah jam terbang, misal rajin membaca, terus bertanya, banyak belajar dan bisa dipelajari tulisanmu. Demikian pernyatan Nur Hasan Murtiaji, wakil pemred republika.co.id kepada member of Taklim Jurnalistik dan perwakilan pemimpin redaksi media massa nasional online dan cetak, Kamis, (30/12/2021) sebagaimana rilis yang diterima redaksi suarautama.com , Senin (03/01/2022).

Pada pelatihan dasar kepenulisan menurut pria asal Lumajang, Jawa Timur ini menegaskan, manfaat individu dan manfaat massal dalam menulis ialah: menyehatkan intelektualitas, menyehatkan fisik, berbagi ilmu dan menghadapi perang informasi.

“Mengapa menulis? Karena sehat juga bisa mengetahui sumber mana benar dan mana salah,” ujar pria yang pernah bertugas reportase di Gaza, Palestina tersebut.

Apa saja alat bantunya, tambah Nur Hasan, ialah kemampuan teknis berbahasa, pembendaharaan kata, logika berfikir dan terakhir penggunaan kata yang efisien dan efektif baik itu memudahkan pembaca menangkap isi tulisan.

Wakil pemimpin redaksi Harian Republika ini juga memberikan cara menulis dengan gaya tulisan opini, dikatakannya, Opini adalah artikel berisi pendapatan, bisa dipertanggungjawab, disampaikan dengan Bahasa yang popular, bisa dipahami semua kalangan khususnya.

“Menulis opini juga harus bisa dipertanggungjawabkan secara akademis,” kata pria yang kini berdomisili di Jakarta selatan.

“Yuk, tulislah jenis tulilsan opini popular ialah opini, kolom dan esai,” tegasnya dalam acara yang berlangsung melalui aplikasi via Google Meeting yang dihadiri puluhan peserta perwakilan komunitas.

Nur Hasan Murtiaji juga menjelaskan pengertian secara detail terkait: panduan dalam kepenulisan, unsur tulisan, sistematika tulisan, menentukan tema, membuat judul, membuat lead, menentukan tubuh tulisan, membuat pengakhiran, gaya penulisan, membuat outline.

“Sekali mencoba membuat tulisan, nilainya lebih tinggi disbanding 100 bahkan 1.000 kali mendengar ceramah tentang penulisan, tanpa kita mencobanya,” serunya kepada perwakilan Taklim Jurnalistik baik dari Sabang sampai Merauke.

Sementara itu, Mas Andre Hariyanto mengatakan, pelatihan ini terselenggarakan atas Kerjasama pihak Taklim Jurnalistik, Lembaga AR Learning Center, Kelas Jurnalistik, dan Republika sehingga acara ini bisa berjalan lancar dalam rangka memeriahkan Milad Mubarok Taklim Jurnalistik ke-5 tahun.

Alhamdulillah, event tahunan ini berjalan lancar, doanya semoga Taklim Jurnalistik kedepannya bisa makin eksis dan istiqomah dalam dakwah bil qolam khususnya,” pungkas pria asal Surabaya.

 

Reporter: Mas Andre Hariyanto

Editor: Abu Zhafran