Waspadalah! Lintah Darat Masih Merajalela di Kota Banyuwangi

SUARA UTAMA, Banyuwangi – Praktik lintah darat di Kota Banyuwangi, Jawa Timur masih marak. Sasarannya adalah warga kurang mampu yang membutuhkan dana darurat, dana pengobatan, hingga modal usaha, Sabtu, (05/03/2022).

Berdasarkan temuan kami, terdapat praktik rentenir kategori perorangan dan terorganisir. Di Kota Banyuwangi, hampir rentenir terorganisir dengan berkedok koperasi simpan pinjam yang tidak mempunyai badan hukum yang tidak jelas. 

Hal ini dirasakan oleh AG (42) warga Perumahan Kusuma Resort, Desa Oleh Sari, Kecamatan Glagah, Kabupaten  Banyuwangi. AG mengeluh rata-rata di Banyuwangi rentenir masih melihat celah kebutuhan warga kurang mampu yang membutuhkan dana darurat. 

“Padahal, warga sadar akan bunga yang bisa mencapai 10-15% per bulannya,” ucapnya. 

“Normalnya 2% di koperasi atau leasing pun paling tinggi 3% per bulan. Pinjaman Rp1.000.000,- yang dibayar bunganya semua. Sementara utang pokoknya harus dibayar tunai,” lanjutnya. 

“Korban rentenir biasanya hanya meminjam Rp100.000,-. Paling besar di atas Rp5.000.000,-. Rata-rata yang sifatnya darurat mengambil jangka waktu 3 bulan,” kata AG kepada suarautama.com.

“Biasanya sejak awal, korban diminta membayar bunganya. Baru setelah bunga terlunasi, korban harus membayar utang pokoknya,” jelas AG. 

AG juga menjelaskan kejadian ini menimpa pada istrinya (ID), yang sering meminjam uang kepada IM (32) warga Desa Singonegaran, Kecamatan Banyuwangi, itupun tanpa sepengetahuan AG. 

“Akibat pinjaman istri saya, AG harus kalang kabut membayar bunga yang menunggak. Padahal saya sudah sering ingatkan jangan sampai meminjam dengan rentenir,” ujar AG. 

AG menambahkan bahwa dirinya juga pernah menegur agar tidak memberi pinjaman pada istrinya. Bahkan IM sang rentenir juga pernah membuat perjanjian tertulis di atas materai, tidak akan meminjami uang lagi, akan tetapi hal ini tetap dilakukan oleh IM.

Editor: Nurana Prasari, S.H